NEGOSIASI
SEORANG MANAJER MUDA
Sebuah Manajer muda yang baru
bekerja pada taman bermain yang sudah diambang kehancuran mengadakan rapat
pertamanya membahas kuota pemenuhan taman.
Pengembang Sarana Kota : “Halo, senang berkenalan dengan Anda.
Saya dari bagian Pengembangan Oratorio.”
Manajer Taman : “Halo.”
Pengembang Sarana Kota : “Seperti yang Anda tahu, tapi untuk
memastikannya, kontrak akan ditentukan pada jumlah pengunjung selama setahun
yang dimulai dari bulan Agustus. Dan bila Anda gagal mememenuhi 600.000
pengunjung selama 6 tahun berturut – turut, hak kepemilikan akan jatuh ke
tangan Pengembangan Oratorio.”
Manajer Taman : “Baik.”
Pengembang Sarana Kota : “Dan Anda sudha gagal selama 5 tahun
berturut – turut, dan ditambah tahun ini akan menjadi 6 tahun. Pengunjung saat
ini sekitar 300.000. Sekarang baru pekan pertama bulan mei, jadi masih ada 3
bulan lagi.”
Manajer Taman : “Apakah Anda tidak bisa
mengurangi jumlah kuota yang harus d penuhi menjadi 200.000?”
Pengembang Sarana Kota : “Maafkan kami, jumlah 100.000 itu
sangatlah banyak, kami tidak bisa semena – mena menguranginya.”
Manajer Taman : “Tetapi zaman sekarang
ini orang – orang sudah jarang berkunjung ke taman, mereka lebih memilih pergi
ke tempat – tempat yang lebih modern. Jadi, tidak bisakah pihak kalian memberi
kami keringanan?”
Pengembang Sarana Kota : “Kami mungkin hanya bisa menguranginya
hingga 50.000 pengunjung, untuk selebihnya saya akan berbicara kepada atasan
saya.”
Manajer Taman : “Terima kasih Anda
sudah memberi kami keringan.”
Pengembang Sarana Kota : “Ya, tapi jangan senang dulu bersiaplah
menghadapi scenario terburuk. Sekian dari kami, selamat siang.”
Manajer Taman : “Selamat siang.”
Ketegangan mereda, para Pengembang
Sarana Kota pergi meninggalkan ruangan sesaat rapat telah selesai.